Salim telah menghabiskan 14 tahun hidupnya sebagai ayah tunggal, setelah kematian istrinya, Rifa, yang sangat dicintainya. Ia setia menepati janjinya: ia tidak akan menikah lagi. Namun waktu terus berlalu. Putrinya, Nasya, kini telah dewasa dan akan segera menjadi seorang ibu. Sementara itu, Salim yang semakin tua harus menghadapi kesepian dan bayang-bayang kenangan. Di tengah kesepian itu, Mila muncul, seorang wanita yang tanpa disadari menghidupkan kembali kekosongan di hati Salim karena sikapnya sangat mengingatkan pada Rifa. Apakah cinta sejati hanya untuk satu orang... ataukah hidup selalu memberi ruang untuk harapan baru?
