Tiga sahabat—Anto, Dimas, dan Indra—yang terdesak kebutuhan ekonomi dan nekat melakukan ritual pesugihan kuno menggunakan sate gagak. Ditemukan melalui buku peninggalan kakek Indra, ritual ini menjanjikan kekayaan instan tanpa tumbal manusia, namun membawa konsekuensi horor komedi yang menegangkan.






